Adu Balap Lurus Moge di Drag Wars

Drag Wars jadi ajang para pemilik moge membetot gas kencang. Dfrag Wars

Bogor: Drag Wars akhirnya diselenggarakan untuk memfasilitasi hobi balap lurus pada pemilik motor gede (moge). Acara ini terbilang spesial karena hanya satu-satunya drag race untuk motor di atas 750 cc.

Drag race untuk sepeda motor besar bisa dibilang sangat jarang, dan sempat vakum selama 14 tahun. Namun Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta berkomitmen sejak tahun lalu untuk membuat kegiatan drag race yang melibatkan motor-motor besar, dan khususnya Harley-Davidson.

“Tahun ini kita mendukung Indonesia Drag Wars, event drag kedua kalinya yang didukung oleh dealer Anak Elang. Biasanya kita mendukung acara touring, gathering, tapi sekarang kita juga mendukung para penghobi kecepatan lewat event ini,” ujar Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu, Sabtu (18/11/2018) di Lanud Rumpin Bogor.

Drag Wars secara keseluruhan menghadirkan 15 kelas dengan 102 starter. Motor yang digunakan tidak hanya terbatas Harley-Davidson saja, tetapi bisa juga Honda, Kawasaki, KTM, dan merek-merek lain asalkan kubikasi mesinnya lebih dari 750 cc.

Balapan lurus kali ini juga menggunakan landasan pacu Lanud kurang lebih 1.000 meter. Kemudian untuk lintasan pacunya mengambil 402 m, sesesuai panduan regulasi Ikatan Motor Indonesia (IMI).

“Sesuai panduan, jarak pengereman biasanya sesuai dengan jarak pacunya. Bahkan lebih aman, jarak pengeremannya kita sediakan kurang lebih 600 meter,” ujar Ketua Panitia Indonesia Drag Wars Boy Nugroho.

Hasil Indonesia Drag Wars Kelas Motor Besar
BB1 HD STREET S/D 750CC: –
BB2 HD SPORTSTER S/D 1200CC: Ricky S (Monochrome Performance – Jakarta)
BB3 HD FXR,DYNA,SOFTAIL S/ 1800CC” David Lee (TKM-HDCI Drag Racing Team – Jakarta)
BB4 HD TOURING S/D 1800CC: ANdika Ismono (Monochrome – Jakarta)
BB5 HD FFA: Kurniawan (Petrolin Kuya Nyuruntul – Tangerang)
BB6 HD +50 NOSTALGIA: –
BB7 SUPER FFA ALL BIKES: Sultan (Herex Elite – Surabaya)
BB8 SUPERBIKE S/D 800CC: Viko Begalz (Begalz One 3 JKT – Jakarta)
BB9 SUPERBIKE 2 CYL S/D 800CC: –
BB10  SUPERBIKE S/D 1400CC: Ricko Bocel (Begalz One 3 JKT – Jakarta)
BB11 BRACKET 10.5 DETIK: Chandra (66 Garage – Cilacap)
BB12 BRACKET 11 DETIK: (Kurniawan (Petrolin Kuta Nyuruntul – Tangerang)
BB13 BRACKET 12 DETIK: Eko (Herex Elite – Surabaya)
BB14 BRACKET 13 DETIK: David Lee ( TKM HDCI Drag Racing Team – Jakarta)
BB15 BRACKET 14 DETIK: Alvin Bonne (Patiunus Racing Team – Jakarta)

(UDA)

Intip Motor Konsep MV Agusta Superveloce 800

MV Agusta Superveloce 800 Concept. Rideapart

Milan: Dalam gelaran Esposizione Internazionale Ciclo e Motociclo ( EICMA) 2018, MV Agusta salah satu pabrikan yang memboyong model konsepnya, yang dijuluki Superveloce 800. 

Dilansir dari Rideapart, Superveloce 800 dibangun berdasarkan MV Agusta F3 800, sebagai motor sportbike klasik MV Agusta bergaya retro dengan desain masa depan.

Desainnya yang unik, mencerminkan sepeda motor era 1970-an, dengan pemasangan fairing berbahan karbon yang dilabur warna merah dan silver, windscreen kuning, serta LED headlight bulat berwarna kuning.

Kesan klasik nampak terlihat pada bagian belakang yang dibekali dengan stoplamp bulat. Tak ketinggalan pemilihan jok cover single-seat yang dapat dilepas jadi dual-seat.

Bagian sasis serta sistem pengereman meminjam kepunyaan MV Agusta F3 800. Termasuk mesin 3-silinder inline berkubikasi 798 cc bertenaga 148 daya kuda dan torsi 88 Nm, yang juga mengadopsi milik MV Agusta F3 800. Namun pabrikan menyeting ECU MV Agusta Superveloce 800 untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar.

Performa mesinnya didukung pemasangan knalpot 3 muffler. Uniknya, 2 muffler terdapat di sisi kanan bawah seperti motor pada umumnya dan sisanya terdapat di sebelah kiri. Rencananya  Superveloce 800 akan dipasarkan mulai pertengahan 2019.

(UDA)

Usai Pakai Helm, Simpan dengan Cara Dibalik

Posisi helm saat disimpan, harus ada bagian terbuka yang menghadap ke atas. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Banyak orang yang tak paham bagaimana cara merawat helm secara mendasar, termasuk ketika usai menggunakannya. Padahal, itu sangat penting untuk membuat helm tetap resik, terutama bagian dalam. Mengingat banyak orang yang menganggap bahwa bagian dalam helm itu sudah anti bakteri, jadi bau yang diakibatkan bakteri takkan muncul.

Max dari Komunitas Belajar Helm menegaskan bahwa material anti bakteri yang banyak digunakan perlengkapan pelindung kepala itu, untuk membantu perlambat perkembangan bakteri dan bau. Namun jika perlakuan perawatan helm kurang, tetap akan bau.

“Ya kita tidak bisa menganggap bahwa perawatan helm cukup dengan membersihkan bagian luarnya saja. Namun perlakuan yang tak kalah pentingnya adalah cara penyimpanan setelah digunakan. Apalagi saat helm tersebut menampung ukup banyka keringat dari kepala orang yang menggunakannya, tentu sangat rentan membuat bau,” klaim Max.

Ia pun menegaskan agar penyimpanan helm setelah digunakan, sebaiknya tidak menutup visor saat kondisinya tertelungkup. Namun Max menyarankan agar posisi helm bagian dalam menghadap ke atas. Tujuannya agar keringat yang terjebak di bagian dalam helm segera menguap.

Kalau dalam posisi tertutup menghadap ke bawah, potensi penguapan lembab yang ada di busa-busa helm sangat minim. Sehingga busa-busa tersebut mudah dihinggapi bakteri. Kalau sudah ada bakteri, maka akan mudah terjangkit bau dan membuat gatal kepala orang yang menggunakannya.

Hal ini pula yang membuat Max sangat antusias mengkomunikasikan tentang cara merawat helm yang benar. Mengingat selama ini banyak orang yang salah kaprah melakukan perawatan helm. Termasuk menggunakan penghilang bau yang sesuai untuk helm. Bukannya menggunakan parfum badan atau malah parfum ruangan.

(UDA)

Hoverbike, Sepeda Motor Terbang yang Mulai Dijual

Hoverbike, motor terbang yang mulai diproduksi untuk dijual. Hoversurf

Jakarta: Pernah membayangkan Anda menunggangi sepeda motor yang bisa terbang layaknya di film-film animasi masa depan seperti Star Wars? Kalau iya, harapan Anda sebentar lagi akan berubah jadi kenyataan. Lantaran motor terbang kini benar-benar sudah ada.

Adalah Hoversurf, perusahaan teknologi asal Rusia, mengumumkan bahwa mereka sudah siap memproduksi Hoverbike S3 pada 2019 mendatang dan mereka sudah membuka secara khusus pemesanan dengan cara Preorders.

Motor ini memiliki bobot seberat 253 pon memiliki empat baling-baling heavy duty untuk bisa mengudara. Motor ini sanggup terbang setinggi 4,8 meter di atas tanah dan sanggup menempuh perjalanan selama 10-25 menit dengan kecepatan maksimal 100 km per jam.

Uniknya lagi, motor ini ternyata sudah ada yang pesan, yaitu kepolisian Dubai sebagai bagian dari rencana dari pengembangan tata kota yang pintar. Menurut pernyataan resmi Hoversurf, bahwa motor ini menggunakan teknologi berbeda dari carbon fibre yang ada.

Dari sisi ergonomi posisi berkendara pun menjadi perhatian khusus agar para pengendaranya tetap nyaman, meski berbeda bobot badan dan tinggi badan.

Lantaran motor ini menggunakan baterai sebagai motor penggeraknya, yaitu dari new hybrid lithium-manganese-nickel, sehingga baterainya diklaim lebih tahan lama. Bisa dibayangkan, dalam mode sebagai drone saja, motor ini sanggup terbang selama 40 menit.

Tertarik? Silakan rogoh kocek cukup dalam lantaran banderolnya cukup mahal yaitu USD150 ribu atau sekitar Rp2,2 miliar. Anda juga harus melakukan deposit awal sebagai tanda jadi pembelian mobil sebesar Rp150 juta.

(UDA)

Memilih Jas Hujan yang Nyaman dan Aman

Pilih jas hujan yang tidak hanya nyaman tapi juga aman. Dok. MI

Jakarta: Jas Hujan menjadi perangkat yang wajib dimiliki pengendara motor ketika musim hujan tiba. Memilih jas hujan tidak boleh asal. Anda harus memastikan menggunakan jas hujan yang nyaman dan aman ketika dipakai saat berkendara.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin membeli jas hujan? Berikut ini beberapa tipsnya.

1. Memilih jas berbahan PVC
Ada beraneka tipe bahan jas hujan yang dijual di pasaran. Namun Anda harus memastikan menggunakan jas hujan berbahan Polyvinyl Chloride (PVC). Kemampuan menahan air masuk ke dalam tubuh bahan ini dibanding jas hujan berbahan plastik atau parasut. 

2. Pastikan resleting dari bahan yang kuat
Jas hujan berbahan PVC bakal terasa sia-sia andai tak memiliki resleting yang bagus. Oleh karena itu, sebelum membeli Anda harus memastikan resleting jas hujan menggunakan bahan yang kuat seperti tembaga atau kuningan. 

3. Tidak menggunakan model ponco
Bagian belakang jas hujan tipe ini cenderung terbuka ketika diterpa angin. Saat itu terjadi, jas hujan Anda akan mengganggu pandangan pengendara lain. Jas hujan tipe ini juga berpotensi tersangkut di jeruji roda dan membuat Anda celaka.

4. Cari warna terang
Jarak pandang jadi terbatas ketika hujan turun dengan lebat. Oleh karena itu, memilih jas hujan yang tepat bakal mengurangi risiko Anda mengalami kecelakaan saat berkendara. 

Untuk pilihan yang aman, warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau patut dipertimbangkan. Sebab, ketiga warna itu mudah ditangkap oleh mata manusia. Terutama saat kondisi malam hari.

(UDA)

Skuter Yamaha FreeGo Sukses Curi Perhatian Jokowi

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terpukau dengan penampakan FreeGo di booth Yamaha. Yamaha

Jakarta: Kunjungan singkat yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018, membawa beberapa cerita unik. Termasuk saat mendatangi ruang pamer milik Yamaha. Orang nomor satu di Indonesia itu langsung terperanjat melihat matik anyar yaitu FreeGo.

Kunjungan yang berlangsung Sabtu (3/11/2018) tersebut, dilakukan Joko Widodo ditemani Menteri Perhubungan Budi Karya dan Sekertaris Kabinet Pramono Anung. Ia beserta rombongannya menyempatkan diri untuk melihat motor-motor terbaru yang diusung Yamaha tahun ini.
 
“Presiden Jokowi cukup lama mengamati produk terbaru kami. Hal ini wajar mengingat FreeGo adalah andalan di IMOS 2018 dan jadi daya tarik utama pengunjung kali ini. Apalagi warna yang ditampilkan adalah Matte Red, selaras dengan penampilan pak Jokowi,” gumam Director of Sales PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Sutarya melalui keterangan resminya.

Kunjungan yang dilakukan Jokowi seakan adalah bentuk nostalgia dengan produk di brand tersebut. Mengingat berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat (LHKPN) milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) milik Jokowi pada 31 Desember 2014, tercatat, bahwa Jokowi memiliki dua motor Yamaha yaitu Mio tahun 2008 dan Vega tahun 2001.

Sementara tentang FreeGo, ini menjadi matic andalan terbaru Yamaha yang tidak masuk dalam kelas Maxi Scooter. Motor matic ini diposisikan di bawah Lexi dan punya segmentasi sendiri bagi konsumen yang belum punya budget lebih masuk ke kelas maxy scooter. Mengusung mesin 125 cc, namun bagasinya diklaim punya kapasitas yang cukup lega.

Saat berada di booth Yamaha, Jokowi mengenakan jaket merah bertuliskan Bulls Syindicate dan terlihat klop dengan FreeGo S-ABS berwarna Matte Red yang dipamerkan di baris terdepan.

Keberadaan Jokowi di di IMOS tahun ini, juga sebagai gambaran bentuk apresiasi terhadap pelaku industri roda dua di Indonesia.

(UDA)

GIVI Boyong Box Motor Berdimensi Kecil untuk Pasar Nasional

GIVI berupaya konsisten pasarkan produknya di Indonesia. medcom.id/Ahmad Garuda

Serpong: Angka pertumbuhan pengguna sepeda motor di Indonesia memang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini yang membuat GIVI sangat konsisten berjualan di pasar nasional.

Menurut Direktur Utama GIVI Indonesia, Kalyn NG saat bertemu langsung dengan medcom.id, bahwa mereka melihat pasar Indonesia itu sebagai pasar yang sangat potensial. Terlebih untuk komponen aksesoris pendukung untuk para bikers seperti box motor.

“Kami melihat pasar Indonesia memang sangat potensial, makanya kami berupaya untuk konsisten membawa produk-produk terbaik GIVI ke pasar ini. Kami sudah mempelajari bagaimana karakter pasar dan ternyata permintaan untuk motor-motor kecil cukup besar,” ujar Kalyn.

Ia melanjutkan bahwa pasar SBOBET Indonesia untuk box motor ini memang agak unik. Mengingat motor yang paling laris di sini adalah motor jenis skuter matik. Sehingga butuh box motor yang sesuai untuk motor tersebut.

Kali ini produsen box asal Italia yang punya pabrik di Malaysia itu, memboyong box baru untuk pasar nasional. Yaitu B34N dan B34NT dengan desain yang elegan. Dilengkapi dengan aksen karbon dan sistem pengucian monolock otomatis. Dengan kapasitas yang lebih kecil, Kalyn berharap produk terbaru mereka ini diterima baik oleh masyarakat.

Selain box, mereka juga memboyong bracket khusus yaitu SRV-XMAX250 yang diperuntukkan buat motor max skuter Yamaha seperempat liter itu. Mereka berharap ini juga bisa menjadi solusi buat mereka yang doyan melakukan perjalanan jauh dengan membawa banyak barang.

Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan kampanye program mereka yaitu GIVI Service Day yang berlangsung hingga hari ini Minggu (4/11/2018).

TDR Boyong Motor Listrik Tiongkok di IMOS 2018

Motor listrik Super Soco TC. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Tren kendaraan masa depan bertenaga listrik sudah mewabah ke suluruh dunia. Bahkan beberapa negara seperti Prancis dan Tiongkok, sudah mengumumkan untuk menjadi yang terdepan dalam pengembangan mobil listrik. 

Meski tidak seperti kedua negara tersebut, Indonesia bukan hanya hanya diam menyambut tren mobil listrik ini. Keberadaan sepeda motor listrik pun mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui ajang pameran otomotif seperti di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018.

Marketing TDR, Jeffry mengatakan, sepeda motor listrik yang ditampilkan pihaknya tak lain untuk mempekenalkan perkembangan teknologi industri otomotif dunia yang juga sampai ke Indonesia.

“Sepeda motor listrik yang kami display ini sekaligus untuk tes pasar dalam negeri, sambil menunggu langkah pemerintah. Termasuk regulasinya yang saat ini sedang dipersiapkan,” kata Jeffry kepada Medcom.id di IMOS, Jumat 2 November 2018.

Super Soco TS

Saat ini TDR memajang dua varian motor listrik bergaya sporty asal Tiongkok, yakni Super Soco TS dan Super Soco TC. Super Soco TS, memiliki dimensi panjang 1.889mm, lebar 702 mm, dan tinggi 1.056 mm. Motor ini menggunakan cell baterai Panasonic, Samsung, atau LG, dengan motor elektrik milik Bosch.

Dengan spesifikasi tersebut, Super Soco TS dibekali baterai berkapasitas 26 Ah dengan 60 volt, yang memiliki tenaga 2.400 watt, dengan torsi maksimum 120 Nm, dan mampu menempuh jarak hingga 60 Km. Label harga yang ditawarkan Rp36,5 juta (on the road).

Sementara untuk Super Soco TC dibekali baterai berkapasitas 30 Ah dengan 60 volt, dan motor elektrik Bosch. Dengan spesifikasi tersebut, motor ini mampu memuntahkan tenaga 3.000 watt, torsi 150 Nm dan jarak tempuh hingga 80 km. Varian ini dilabeli seharga Rp41,5 juta (on the road).

(UDA)

Rutin Cek Oli Motor di Musim Penghujan

Cek kondisi oli bisa dilakukan melalui dipstick. YT

Jakarta: Memasuki musim penghujan, biasanya disertai banyaknya genangan air bahkan banjir di beberapa daerah. Biasanya sepeda motor yang paling sering terkena dampak buruk genangan air ini karena nekad menerobos.

Agar tak terjadi mogok di jalan, tentu harus jeli melihat kondisi jalanan dan ketinggian genangan air. Selain itu juga patut memperhatikan kondisi pelumas di dalamnya.
 
Memeriksa kondisi oli bisa dilakukan dengan mudah. Pemilik motor bisa memeriksanya sendiri dengan memperhatikan dipstick yang menyatu dengan tutup lubang oli.

“Pantau dari dipstick saja, lihat volume dan warna olinya,” ujar Mekanik TDR Technology Center, Ari Kuncahyo, kepada Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jika oli sudah tercampur dengan air, maka warna dan kekentalannya akan berubah. Biasanya oli akan berwarna putih dan oli akan menjadi lebih encer.

Air bisa saja masuk ke ruang oli melalui lubang-lubang yang ada, seperti lubang knalpot atau tutup lubang oli yang tidak rapat. Kesempatan ini bisa saja membuat air hujan atau air yang tergenang masuk ke ruang mesin dan oli.

“Kalau habis menerobos banjir, sebaiknya langsung dibawa ke bengkel untuk diperiksa atau langsung ganti oli. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi andai ada rembesan air masuk ke ruang mesin,” tutur pemilik bengkel di Jatiwarna, Ahmad, di kesempatan berbeda.

Efek buruk yang dihasilkan jika kondisi oli memutih dan encer adalah mesin tidak terlumasi dengan baik. Sehingga beberapa komponen berpotensi tergores atau rusak dan tidak tahan terhadap panas. Kondisi ini pastinya membuat mesin bisa rusak andai dibiarkan dalam waktu yang lama.

(UDA)

Dimas Ekky Kembali Tampil di GP Moto2 Sepang

Aski Dimas Ekky bersama AHRT. AHRT

Jakarta: Dimas Ekky Pratama akan kembali mendapatkan kesempatan untuk mencicipi sengitnya Moto2. Tak perlu lama menanti aksinya musim depan, pembalap asal Depok Jawa Barat itu akan segera mengaspal di GP Moto2 Sepang, Malaysia, Minggu (4/11/2018).

Pembalap asal Indonesia ini akan menunggangi Mistral 610 milik Tech3 Racing Team. Dia tampil menggantikan Bo Bendsneyder yang cedera akibat terjatuh di GP Jepang, Twin Ring Motegi, dua pekan lalu.

”Terima kasih untuk Tech3 yang mempercayakan kesempatan membalap di GP Malaysia sebagai pebalap pengganti. Ini adalah tantangan besar dan bisa menjadi momen untuk menguji kesiapan saya sebelum ke Moto2 semusim penuh tahun depan,” ucap Dimas melalui keterangan resminya.

Kesempatan ini akan dimanfaatkannya untuk mengasah mental dan coba menyelami tekanan yang ada di kompetisi sekelas GP Moto2. Berkomunikasi dengan tim seperti Tech3 Racing yang sudah berpengalaman di GP juga akan menjadi keuntungan buat Dimas untuk dipelajari.

Tampil di Sepang menjadi nostalgia Dimas Ekky di kategori Moto2. Pada 2017 lalu, dirinya juga tampil menggantikan Jorge Navarro di Federal Oil Gresini Racing.

Saat ini Dimas Ekky sedang berlaga di CEV Moto2 European Championship. Dia pun menduduki peringkat lima kelasemen sementara dengan torehan 91,5 poin.

(UDA)

Dukung Industri Sepeda Motor, Pemerintah Siapkan Program LCEV

Jakarta: Industri alat transportasi menjadi salah satu subsektor dalam industri pengolahan nonmigas, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2018. Hal tersebut dijelaskan Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, dalam sambutannya saat pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS), di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Lebih lanjut Airlangga menerangkan, hingga triwulan kedua 2018 pertumbuhan industri mencapai 3,1 persen, dan berkontribusi 1,7 persen terhadap PDB nasional dengan nilai ekspor mencapai Rp42 Triliun.

Kata Airlangga, hal itu sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong industri alat transportasi untuk semakin berdaya saing dalam meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Industri otomotif merupakan sektor industri manufaktur, yang dipilih menjadi pionir penerapan Revolusi Industri ke-4 atau Fourth Industrial Revolution (4IR). 

Implementasi 4IR memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia, dan menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia untuk menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia.

Dalam keterangannya, Airlangga menyebut jika Indonesia sebagai salah satu base production sepeda motor sekaligus pasar nomor 3 terbesar di dunia setelah China dan India terus mengalami pertumbuhan penjualan setiap tahun. 

Industri sepeda motor di Indonesia sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, dengan total produksi di tahun 2017 hampir mencapai 6 juta unit, demikian juga ekspor yang terus meningkat hingga bulan September 2018 mencapai 450 ribu unit.  

“Sebagaimana kita ketahui, Indonesia ikut dalam komitmen global untuk mengurangi pemanasan global yang berasal dari emisi CO2. Untuk mendukung komitmen tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), dengan mendorong diversifikasi energi bahan bakar kendaraan bermotor kearah penggunaan teknologi penggerak yang rendah atau tanpa emisi karbon yang kami golongkan kedalam electrified vehicle seperti hybrid, Plug In hybrid, full battery hingga fuel cell. Sebagaimana tertuang dalam roadmap industri otomotif nasional yang menargetkan pada 2025, kendaraan sepeda motor kendaraan rendah atau tanpa emisi dapat tercapai sebesar 20% dari total produksi,” kata Airlangga di kesempatan yang sama.

Menurut Arilanggar, dalam mendukung program LCEV, pemerintah telah menyelesaikan aturan hukum untuk electrified vehicle, dan sedang dikoordinasikan ditingkat menteri koodinator untuk mendapat persetujuan Presiden. Aturan tersebut mengatur tentang litbang dan inovasi, pengembangan industri, dan percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik dijalan raya. 

Pemerintah juga bakal mengatur tentang pemberian fasilitas fiskal seperti Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, pembiayaan ekspor dan bantuan kredit modal kerja untuk pengadaan battery swap. Dari sisi fasilitas non fiskal seperti penyediaan parkir khusus, keringanan biaya pengisian listrik di SPLU hingga bantuan promosi.

(UDA)

Pentingnya Memanaskan Mesin Motor untuk Sirkulasi Oli

Panaskan mesin sepeda motor injeksi tidak perlu terlalu lama. Youtube

Jakarta: Kebiasaan memanaskan sepeda motor dengan durasi waktu yang cukup lama kerap dilakukan pengendara di Indonesia. Kebiasaan ini harus dihentikan jika Anda menggunakan motor keluaran baru.

Pasalnya, motor keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan teknologi yang lebih maju, seperti sistem bahan bakar yang sudah menggunakan injeksi.

Menurut, Yosi, pemilik bengkel Bengbrand di Pondok Timur Indah, Bekasi Timur, Jawa Barat, sepeda motor yang sudah menggunakan sistem injeksi sudah lebih canggih dibanding yang masih menggunakan karburator.

Di motor sistem injeksi, kebutuhan bahan bakar untuk mesin sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM) dan tidak perlu menarik handel gas ketika menghidupkan atau memanaskan.

“Memanaskan mesin motor cukup 1-2 menit dan tidak perlu digeber-geber. Biarkan menyala dengan kondisi stasioner. Pada saat itu, oli sudah bersirkulasi dengan baik,” jelas Yosi kepada Medcom.id Bekasi, beberapa waktu lalu.

Menurut Yosi, sepeda motor fuel injection juga sudah tidak memerlukan choke. Pasalnya, ada sensor yang mendeteksi suhu mesin sehingga mudah dihidupkan.

(UDA)

Hindari Penggunaan Rem Depan Motor saat Hujan

Sebaiknya bikers menggunakan rem belakang saja ketika berkendara di kondisi hujan.. Dok. MI

Jakarta: Kondisi hujan tidak hanya membuat biker memerlukan perlengkapan khusus berkendara, tapi juga dibutuhkan konsentrasi dan khususnya teknik berkendara yang aman.

Chief of Trainer Rifat Drive Labs (RDL), Herry Wahyudi sedikit berbagi tips mengenai teknik pengereman saat hujan. Dia berseloroh sebaiknya bikers menggunakan rem belakang saja ketika berkendara di kondisi hujan.

“Kalau kecepatan motor pas hujan sebaiknya 30-40 kilometer per jam. Kemudian melakukan pengereman sebaiknya pakai rem belakang saja,” terang Herry saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Dia beralasan bahwa saat hujan, jalanan menjadi lebih licin dan rawan slip. Sedangkan titik handling motor berada di ban depan.

Jika ban depan slip, maka motor akan sulit untuk dikendalikan. Sementara jika ban belakang selip, pengendara masih bisa mengontrol motor lewat ban depan.

Unutk mengantisipasi SBOBET Indonesia segala kemungkinan, seperti kondisi ban belakang yang terkunci, biasanya kaki juga refleks melepas tuas rem. Mengingat, saat kondisi seperti ini, gerakan refleks biasanya sudah diantisipasi. Terpenting, fokus untuk mengendalikan motor tetap berjalan.

(UDA)

Suzuki Indonesia Tahan Kehadiran Moge di Tanah Air

All New Katana jadi produk motor besar terbaru dari Suzuki. Suzuki

Jakarta: Suzuki baru saja kembali melahirkan All New Katana baru-baru ini. Cuma sayangnya Suzuki di Indonesia masih belum berencana untuk menghadirkan naked bike sport tersebut.

Market Relation 2W Section Head PT Suzuki Indomobil Sales, Banggas F.S Pardede, menjelaskan kalau mereka masih belum memikirkan untuk membawa All New Katana. Bahkan mereka belum ada rencana untuk membawa kembali jajaran motor gede yang mereka miliki ke tanah air.

“Karena waktu itu proses baru keluar, dan kita saat ini belum ada gerakan untuk memasarkan big bike ke Indonesia,” ujar Banggas kepada Medcom.id di Pabrik Suzuki Cikarang Jawa Barat.

Alasan untuk menahan kehadiran jajaran motor gede ke Indonesia tidak terlepas dari permintaan di tanah air. Menurutnya pasarnya saat ini sedang sulit berkembang, sehingga Suzuki belum melirik kehadiran motor-motor besarnya.

Jika melirik ke beberapa kompetitor mereka seperti Honda, Yamaha, dan Kawasaki juga memasarkan jajaran motor gede yang mereka miliki. Sebut saja Honda menjajakan CBR500R, CB500F, CBR1000RR, kemudian Yamaha dengan R1M, MT09, atau R6. Sedangkan Kawasaki lebih lengkap dengan Ninja 300 sampai H2 Carbon, Z650 sampai Z1000, atau sepeda motor petualang mereka yakni Versys 650 dn Versys 1000.

Kemudian di pasar global, Suzuki punya jajaran motor besar yang cukup lengkap. Seperti segmen sportbike ada Hayabusa dan GSX-R, di segmeb Cruiser ada Suzuki Boulevard, atau juga di segmen petualng ada V-Strom.

Yakin masih tak berminat bawa motor besar Suzuki ke Indonesia?

(UDA)

Gesits Siap Diluncurkan Desember 2018

Jakarta:  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan meluncurkan sepeda motor listrik Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)) pada Desember 2018.  

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir memberikan catatan khusus, pada capaian kinerja Kemenristekdikti di bidang penguatan inovasi.   Yaitu pengembangan sepeda motor Gesits yang sudah siap diproduksi dan dikomersialisasikan.

“Sepeda motor listrik Gesits sudah siap diproduksi massal dan dipasarkan. Rencananya akan kami luncurkan pada Desember 2018,” kata Nasir saat menyampaikan capaian kinerja empat tahun Kemenristekdikti, di Jumpa Pers Forum Merdeka Barat (FMB) di Gedung Serbaguna Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Gesits merupakan pionir motor listrik nasional pertama di Indonesia. Komponen lokal yang digunakan dalam sepeda motor ini sudah mencapai 88%.  

Gesits pada merupakan motor listrik yang dirakit atas kerja sama antara Garasindo dan ITS sejak 2015.  Sepeda motor ramah Lingkungan ini membuktikan, bahwa tingkat pemikiran dan karya anak Indonesia mampu bersaing dalam kompetisi inovasi global.

Nasir menambahkan, bahwa inovasi semacam Gesits tidak akan lahir tanpa adanya riset dan pengembangan. Berkat berbagai kebijakan yang dikeluarkan Kemenristekdikti, selama empat tahun ini juga terjadi lompatan luar biasa dalam jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia.

Publikasi ilmiah internasional meningkat pesat.  Pada 2014 hanya 5.299 publikasi dan Indonesia berada pada peringkat empat. di bawah Thailand di kawasan ASEAN. 

Baca:  Kemenristekdikti Menargetkan 1.000 Startup di 2019

Per tanggal 10 Oktober 2018, publikasi ilmiah internasional Indonesia telah berhasil menghasilkan 20.610 publikasi. Jumlah tersebut membuat posisi Indonesia berada di peringkat dua di ASEAN.

“Kita hanya berada di bawah Malaysia, yang sudah mencapai 22.070 publikasi,” ujar Menristekdikti.

Dalam jumpa pers ini Menristekdikti didampingi Sekretaris Jenderal Ainun Na’im dan Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi. Hadir juga sebagai narasumber dalam jumpa pers ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga,  Ketua Indonesia Asian Para Games Organizing  Committee Raja Sapta Oktohari dengan moderator Staf Khusus Presiden Adita Irawati.

(CEU)

Cara Boss Bikers Edukasi Pengguna Helm

Boss Bikers terletak di Palmerah Jakarta Barat. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Helm merupakan perlengkapan wajib untuk para pengendara sepeda motor. Meski begitu, masih banyak masyarakat Indonesia yang abai untuk memilih helm yang sesuai dengan mereka.

Owner Boss Bikers, Dani Sena, menjelaskan masyarakat Indonesia masih sekenanya saja menggunakan helm. Padahal helm yang digunakan harus sesuai dengan kepala penggunanya.

“Masyarakat Indonesia kalau membeli helm masih asal-asalan. Mereka membeli kebanyakan karena takut di tilang Polisi, bukan karena kebutuhan dan disesuaikan dengan penggunanya,” ujar Dani Rabu (24/10/2018) di Palmerah Jakarta.

Masyarakat Indonesia masih abai untuk menentukan ukuran helm. Diperlukan ukurannya yang tepat agar helm nyaman digunakan memberikan perlindungan yang maksimal.

“Beli helm itu sebaiknya dicoba, fitting dengan kepala. Kalau terlalu sempit tidak baik karena akan membuat kepala pusing, dan kalau terlalu longgar nanti bisa lepas jika terjadi kecelakaan,” terangnya.

Selain itu untuk busa di bagian pipi seharusnya menempel dengan baik. Agar helm bisa mengikuti struktur kepala dan kemudian memberikan perlindungan dan kenyamanan maksimal.

Untuk memberikan edukasi ini, Boss Bikers membuka toko mereka di Jalan Palmerah Barat 41 Jakarta Barat. Lokasi ini dipilih karena banyaknya pengendara sepeda motor yang melintas, dan belum ada toko helm yang terbilang representatif.

“Di sini banyak bengkel dan toko helm, cuma mereka tidak mengemasnya dengan baik dan meletakan helmnya sembarangan. Kalau masuk sini, nanti kita beritahu bagaimana cara memilih helm yang benar-benar sesuai dengan pengendara yang membeli helm,” sambung Dani.

Saat ini Boss Bikers menawarkan helm berbagai merek yakni AGV, RSV, Bell, dan Zeus. Nanti ke depannya akan ditambah lagi dengan pakaian, aksesoris pengendara, box sepeda motor, dan berbagai keperluan bikers lainnya.
(UDA)

GSX150 Bandit, Touring Teman Satu Tujuan Start Hari Ini

Touring Teman Satu Tujuan dilakukan untuk memperkenalkan GSX150 Bandit. Medcom.id/M.Bagus Rachmanto

Jakarta: Suzuki masih terus gencar melakukan promo produk terbarunya yakni GSX-S150 Bandit. Naked bike ini terus digenjot penjualannya, dan kali ini SIS melakukannya dengan cara melakukan touring Surabaya-Bandung bertema ‘GSX150 Bandit, Touring Teman Satu Tujuan’

Jalur Surabaya-Bandung bakal pembuktian bagi para peserta guna mengeksplorasi seluruh keunggulan dari unit yang mengisi celah pasar di antara duo GSX-150 tersebut. Perjalanan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari 22-25 Oktober mendatang, dengan jarak tempuh sekitar 1.000 km.

Yang menarik adalah, di touring kali ini juga melibatkan langsung bos Suzuki yang ikut jadi peserta touring. “Sesuai tema yang diangkat, turing ini untuk membentuk teman sejati guna menggapai satu tujuan inspiratif yaitu eksplorasi keindahan Indonesia dari sudut pandang bikers,” kata Asst to Department Head of Sales & Marketing 2W PT SIS, Mimuro Shunichi, di sela touring kepada Medcom.id di Surabaya, 22 Oktober 2018.

Suzuki menyediakan 20 unit seluruh varian warna yang tersedia. 5 unit GSX150 Bandit, 5 unit GSX150 Bandit modifikasi SGA (Suzuki  Genuine Accecories), 5 unit modifikasi 7Gear, dan 5 unit cadangan. Mulai dari warna Metallic Matt Titanium Silver, Stronger Red Titanium Black, Brilliant White Aura Yellow hingga Titanium Black. Sepeda motor tersebut digunakan oleh 13 jurnalis dan 2 lady biker.

Lebih lanjut BTL & Market Relation 2W Group Head PT SIS , Zulfikar Rafi Al Ghany menambahkan, alasan pemilihan rute Surabaya-Bandung, karena ingin mengekplorasi rute yg berbeda dengan konsep ‘Road Less Traveled’. Yang berarti melintas rute yang jarang dilalui, namun sebenarnya memiliki keindahan pemandangan dan menantang.

“Dikombinasikan dengan jalur pantai selatan yang akan menjadi inspirasi bagi petualang bersepeda motor lainnya. Surabaya – Bandung dipilih sebagai pembeda dari arah rute touring yang biasanya dari jakarta ke keluar kota. Kita membuat lebih variatif,” pungkas Ghany di acara yang sama.

(UDA)

Benelli Indonesia Cari Lahan untuk Pabrik Baru

Pabrik Benelli di Indonesia diproyeksikan menjadi basis produksi Asia Tenggara. Benelli

Nusa Dua: Benelli Indonesia begitu sumringah. Mengingat Benelli pusat berencana menanamkan investasi berupa pabrik produksi di Indonesia.

Direktur Benelli Motor Indonesia, Steven Kentjana Putra, mengakui rencana Benelli pusat untuk membangun pabrik di Indonesia. Bahkan saat ini dia masih mencari lokasi yang tepat untuk pabriknya itu.

“Iya sedang melihat-liat. Ada di Kawasan pabrik di Cikande Serang, atau juga di Kawasan Industri Karawang,” buka Steven Minggu (21/10/2018) di Nusa Dua Bali.

Dia menjelaskan pabriknya nanti bukan hanya sekadar perakitan saja. Nantinya pabrik tersebut akan menjadi basis produksi untuk Benelli di Asia Tenggara.

“Ada proses pencetakan, pengelasan, pengecatan, dan berbagai fasilitas lainnya. Ini akan menjadi basis produksi Benelli untuk Asia Tenggara,” lanjutnya.

Dia akui bahwa saat ini pabrik Benelli yang ada di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, merupakan lahan sewa. Di sini, merek sepeda motor Italia yang sudah diakusisi oleh Zhenjiang Qjiang Motorcycle Co., Ltd. merakit semua produk mereka untuk pasar Indonesia.

Pria yang ramah kepada awak media ini memperkirakan rencana pabrik ini akan dilakukan di setelah 2019. Mengingat mereka juga ingin melihat iklim politik setelah pemilu 2019.

“Saat ini kita sedang menunggu dulu. Saat ini sedang sensitif, dan kita akan melihat bagaimana pemerintahan selanjutnya.”

Menyoal nilai investasi yang akan digelontorkan Zhenjiang Qjiang Motorcycle Co., Ltd., Steven juga belum tahu. Hanya saja di tahap awal sudah tersedia USD50 juta.

“Awal untuk tempat lahan manufaktur adalah 50 juta dollar. Ini masih ditahan hingga melihat situasi kondusif, kemungkinan setelah pilpres baru diturunkan,” jelas Steven.

“Saya percaya ini akan berjalan dengan baik. Presiden kita (Joko Widodo) itu doyan sepeda motor dan hubungan dengan Tiongkok juga baik,” tutup Steven.

(UDA)

Benelli Ingin Investasi Pabrik di Indonesia

Benelli menghadirkan TRK251 untuk pertama kalinya di Indonesia. Medcom.id/Ekawan Raharja

Nusa Dua: Selain debut global untuk TRK 251, 502C, dan 752S, Benelli juga membahas strategi mereka di masa depan. Salah satunya adalah rencana investasi di Indonesia.

Lebih jauh General Manager of Zhenjiang Qjiang Motorcycle Co. Ltd., Dongshao Guo, berucap akan membuka pabrik di Indonesia. Mengingat Indonesia merupakan pasar terbesar ketiga di Indonesia, dan memainkan peranan penting untuk industri sepeda motor dunia.

“Benelli berencana untuk membangun base produksi di Indonesia dengan sistem penjualan baru, menghadirkan citra baru untuk konsumen di Indonesia, dan tujuan akhirnya membuat masyarakat Indonesia tahu akan Benelli,” ujar Dongshao Guo Sabtu (20/10/2018) di Nusa Dua Bali.

Selain itu mereka akui juga sudah mempersiapkan mengenai pendanaanya. Mereka akui kalau mendapatkan dukungan dari Indonesia Industrial and Commercial Bank of China, dan berbagai pemimpin bisnis lainnya.

Ada kemungkinan juga pabrik di Indonesia akan dilengkapi dengan research and development (R&D). Mengingat Dongshao Guo juga menyinggung akan meningkatkan investasi di sektor R&D.

“Di masa depan kami akan melanjutkan meningkatkan investasi di R&D untuk produk-produk baru. Kami akan memperkenalkan banyak produk di bawah Qianjing Brand. Secara umum, skuter matik dan sepeda motor dengan energi baru akan menjadi fokus untuk pengembangan investasi R&D,” ujarnya.

Kehadiran pabrik Benelli di Indonesia tentu akan menambah seru persaingan sepeda motor di Indonesia. Sebut saja Honda, Yamaha, dan Suzuki sudah memiliki pabrik di Indonesia dengan skala yang besar. Kemudian jangan lupakan juga TVS yang menjadikan pabriknya di Indonesia sebagai basis ekspor ke berbagai negara.

(UDA)

Teknik Pengereman Kombinasi di Motor Matic

Teknik pengereman yang tepat dengan menyesuaikan kecepatan sepeda motor. Medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Menunggangi sepeda motor terlihat sepele, namun tidak sedikit biker yang belum paham dan mengetahui cara mengendarai sepeda motor yang benar dan aman. 

Salah satu contoh adalah teknik pengereman sepeda motor jenis matic. Tak jarang biker mengalami slip ban depan karena cara pengereman yang salah, terutama saat melakukan pengereman mendadak.

Chief of Trainer Rifat Drive Labs (RDL), Herry Wahyudi menerangkan, hal tersebut lumrah terjadi dikarenakan bobot motor matic cenderung lebih berat di belakang dibanding di depan, oleh karena itu penting bagi biker memahami cara pengereman yang benar.

“Berbeda dengan motor manual yang sistem pengeremannya bisa dibantu engine brake, sedangkan pada motor matic hanya mengandalkan rem dan feeling pengendara,” ucap Herry saat berbincang dengan Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Untuk itu Herry mengingatkan, pada kecepatan tinggi di atas 40 km per jam, pengereman motor matic sebaiknya menggunakan teknik combi brake/rem kombinasi, yaitu menarik tuas rem bersamaan secara perlahan agar ban belakang tidak selip/ngebuang.

“Gunakan pijakan kaki untuk memindahkan bobot saat terjadi rem mendadak, karena ketika itu terjadi secara otomatis bobot pengendara akan mendorong ke depan, jadi jangan mengandalkan tumpuan pada setang dan tangan saja,” tutup Herry.

(UDA)